Diskursus dan Otoritas dalam Penggunaan Isra’iliyyat
Analisis Kritis atas Penafsiran Ibn Kasir dan Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia terhadap Surah Al-A‘raf (7): 157
Abstrak
Artikel ini menganalisis konstruksi otoritas wacana dalam penyikapan terhadap isra’iliyyat melalui perbandingan penafsiran surah Al-A‘raf (7) :157 dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Azim karya Ibn Kasir dan Al-Qur’an dan Tafsirnya karya Kementerian Agama RI. Dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, penelitian ini mengkritik konsep otoritas tafsir klasik yang hanya bertumpu pada transmisi sanad. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Kasir membangun otoritas melalui metode tafsir bil-ma’sur yang ketat, dengan menyaring isra’iliyyat berdasarkan kesesuaiannya dengan Al-Qur’an, hadis, dan kekuatan sanad. Sementara itu, Kementerian Agama membangun otoritas melalui pendekatan tahliliy ijtima’iy yang menyesuaikan makna ayat dengan konteks sosial Indonesia serta nilai Pancasila. Dengan demikian, otoritas tafsir dipahami sebagai konstruksi dinamis yang lahir dari interaksi antara prinsip keilmuan, konteks sosial-historis, dan kepentingan ideologis.