Mushaf Bahriyah
Sejarah dan Eksistensinya di Indonesia
Abstrak
Mushaf Bahriyah ditetapkan menjadi salah satu jenis Mushaf Standar Indonesia guna memfasilitasi santri atau masyarakat yang menghafal Al-Qur'an. Sistem pojok mushaf ini memberikan kemudahan dalam menghafal Al-Qur'an. Melalui studi lapangan dan literatur diperoleh gambaran bahwa Mushaf Bahriyah sebagai mushaf standar kurang mendapat respons dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya penerbit yang mencetak mushaf ini. Penerbit Menara Kudus mencetak mushaf model Bahriyah, namun tidak bisa dimasukkan dalam kategori mushaf standar Bahriyah karena tidak mengikuti butir-butir yang distandarkan Kementerian Agama. Tetapi, mushaf Menara Kudus inilah yang banyak digunakan di pesantren untuk menghafal Al-Qur'an, karena memang jaringan pesantren dan distribusinya sudah terbangun. Seiring dengan maraknya penerbitan mushaf standar Usmani yang menggunakan sistem pojok yang menjadi ciri Bahriyah, mushaf standar ini semakin kehilangan peran dan fungsi, karena ciri utamanya telah diadopsi pada mushaf standar Usmani. Kaidah imla’i yang sebagian besar digunakan di dalamnya menambah problematika sendiri pada mushaf standar Bahriyah.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Akbar, Ali. (2011). Perkembangan Percetakan Mushaf Al-Qur'an di Indonesia, Jurnal Suhuf, Vol 4 No. 2.
--------. (2015). The Influence of Ottoman Qur’ans in Southeast Asia Through the Ages. In From Anatolia To Aceh Ottomans, Turks and Southeast Asia. Oxford University Press.
--------. (2012). Mushaf Al-Qur'an Bahriyah (Turki). http://quran-nusantara.blogspot. com /2012/04/mushaf-bahriyah.html diakses tanggal 05 Novermber 2020
Dasuki, H. (1989). Mushaf Sudut dan Upaya Memasyarakatkannya, Jakarta: Lektur Agama Balitbang
Hakim, Abdul. (2012). ‘Al-Qur'an Cetak di Indonesia Tinjauan Kronologis Pertengahan Abad ke-19 hingga Awal Abad ke-20’, Suhuf, Vol 5. No. 2.
Hamid, Abdul Aziz. (2020). Khat al-Mushaf asy-Syarif wa Tathawwuruhu fil-‘AlamilIslam, Beirut: Darul-Kutub al - Ilmiyah.
Hanafi, Muchlis M. (2013). Sejarah Penulisan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia, Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Jaeni, A. (2013). Aplikasi Braille dalam Penulisan Al-Qur'an : Kajian atas Mushaf Al-Qur'an Standar Brille Indonesia. Jurnal Suhuf, Vol 6 No. 1.
Lektur. (1978). Laporan Penyusunan Index Al-Qur'an Dari Segi Tulisan. Jakarta: Lektur Agama Balitbang
Lektur. (1988). Muswarah Kerja Ke XV Ulama Al-Quran, Jakarta: Lektur Agama Balitbang
Madzkur, Zainal Arifin. (2011). Mengenal Mushaf Al-Qur'an Standar Usmani Indonesia, Studi Komparatif atas Mushaf Standar Usmani 1983 dan 2002. Jurnal Suhuf, Vol 4 No. 1.
--------. (2012). ‘Penelitian Penggunaan Mushaf Al-Qur'an Standar di Masyarakat’ Laporan Kegiatan,, Jakarta: LPMA Badan Litbang dan Diklat Kemenag
--------. (2018). Perbedaan Rasm Usmani: Antara Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah Saudi Arabia dalam Perspektif Al-Dani dan Abu Daud, Jakarta: Azza Media.
Mustopa, et.all. (2019). ‘Jejak Mushaf Al-Qur'an Bombay Di Indonesia’ dalam Jurnal Suhuf, Vol 12. No. 2.
Nashih, Ahmad. (2017). ‘Studi Mushaf Pojok Menara Kudus: Sejarah dan Karakteristiknya’, Jurnal Nun, Vol 3 No. 1.
Shidqi, Abdul Aziz. (2020). ‘Seminar Hasil Penelitian Mushaf Al-Qur'an Pasca MSI’, Makalah (tidak diterbitkan), Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Shohib, Muhammad. (2013). Sejarah Penulisan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia, Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Stanley, T. (2004). Page-Setting in Late Ottoman Qur’ans. Manuscripta Orientalia, St. Petrsburg, German.
Syatibi, HM. (1997). Perkembangan Al-Qur'an di Jawa Tengah, Jakarta: Lektur Agama Balitbang
Sya’roni, Mazmur. (1999). Pedoman Umum Penulisan dan Pentashihan Mushaf AlQur'an dengan Rasm Usmani. Jakarta: Puslitbang Lektur Balitbang Kemenag.
Yunardi, Badri. (2012). Sejarah Mushaf Al-Qur'an Standar Braille. Jurnal Suhuf, Vol 5 No. 2.
© Copyright CC BY-SA