VERBALISASI AL-QUR’AN DAN NILAI PANCASILA:

LEGITIMASI SURAH AL-MĀ’IDAH/5: 49

  • Muhammad Alwi HS Muhammad Alwi HS

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami kandungan surah al-Mā’idah/5: 49 berdasarkan metode verbalisasi Al-Qur’an dari Arab ke Indonesia. Upaya ini dihadirkan sebagai alternatif, dengan berangkat dari jati diri Al-Qur’an sebagai teks lisan, dalam menghubungkan spirit Al-Qur’an dengan Pancasila. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pemahaman verbalisasi surah al-Mā’idah/5: 49, dan bagaimana relevansi spirit ayat tersebut dengan Pancasila sehingga Pancasila dapat dilegitimasi oleh ayat ini? Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa surah al-Mā’idah/5: 49 pada penyampaiannya secara lisan sedang merespon upaya diskriminasi yang dilakukan oleh kelompok pemuka Yahudi terhadap kelompok lain yang lebih rendah darinya, serta mengabaikan sikap adil dalam menetapkan hukum. Allah, melalui ayat ini yang kemudian dilakukan oleh Nabi Muhammad, menolak sikap pemuka Yahudi tersebut. Berdasarkan pedoman hidup surah al-Mā’idah/5: 49 ini, Pancasila yang sejak kelahirannya berangkat dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, keberagaman Indonesia, mendapat porsi untuk dilegitimasi oleh surah al-Mā’idah/5: 49, sebagaimana atas dasar kesamaan spirit yang disuarakan. Terlebih lagi, dalam lima sila Pancasila, semuanya menampilkan nilai-nilai holistik, adil, dan sesuai spirit Al-Qur’an.

Published
2019-12-31
Section
Articles