RELASI KIAI DAN PENGUASA DI SURAKARTA
Kajian Sejarah Sosial Naskah Mushaf Al-Qur'an Koleksi Pesantren Al-Mansur, Popongan, Klaten, Jawa Tengah
Abstrak
Artikel ini mengkaji naskah Al-Quran koleksi Pesantren Popongan, Klaten, Jawa Tengah, dalam konteks sosial politik di Surakarta pada abad ke-19 M. Ada tiga hal utama yang dikaji, yaitu 1) aspek seni (iluminasi dan khaṭṭ), 2) ilmu Al-Qur'an (rasm, qirā’ah dan tajwid), dan 3) konteks sosial politik (kepemilikan naskah serta hubungan antara kiai dan penguasa di kraton Surakarta). Tiga aspek ini dikaji dengan pendekatan kodikologi dan teori sejarah Mohammad Arkoun. Dari aspek ilmu Al-Qur'an, dalam artikel ini diungkapkan bahwa mushaf Popongan ditulis menggunakan rasm imlāi dan dengan qirā’ah ‘Āṣim yang lazim di Nusantara. Dari aspek seni, patut diduga, mushaf Popongan berasal dari Terengganu, Malaysia. Kesimpulan ini diacukan pada karakter iluminasi dan khat yang dipakai. Dari aspek sejarah sosial, keberadaan mushaf Popongan merupakan jejak tentang peran umat Islam dalam kraton Surakarta pada era Pakubuwono X. Pemilik mushaf adalah Raden Mas Tumenggung (RMT) Wiryadiningrat (w. 1917), pejabat di kraton Surakarta yang juga aktivis gerakan sosial politik Islam di Surakarta.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
© Copyright CC BY-SA