Al-QUR’AN DAN TERJEMAHNYA BAHASA SASAK: Beberapa Catatan

  • Tawalinuddin Haris

Abstrak

Salah satu di antara terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah adalah Al-Qur'an dan terjemahnya Bahasa Sasak, bahasa penduduk asli Pulau Lombok. Meskipun para anggota tim penerjemah adalah para akademisi yang berasal dari suku Sasak, namun ada sejumlah kekeliruan dan kekurangan. Hal itu disebabkan berbagai faktor: pertama, penutur bahasa Sasak tidak secara otomatis merupakan pakar dalam bahasa Sasak; kedua, banyak kosa kata bahasa Indonesia yang sulit dicari padanannya dalam bahasa Sasak; ketiga, bahasa Sasak memiliki ragam dialek; dan keempat, bahasa Sasak memiliki tingkatan unggah-ungguh dalam penerapannya, baik dalam bahasa tulisan (verbal) maupun dalam bahasa lisan (percakapan) yang dikaitkan dengan status sosial tertentu. Keempat faktor tersebut tampaknya kurang mendapat perhatian, sehingga bahasa Sasak yang digunakan dalam terjemahan Al-Qur’an tersebut terkesan agak kasar, menggunakan dialek campuran, serta terdapat pilihan kata yang kurang sesuai, tidak konsisten dalam penerjemahan, dan lain-lain.
 
Kata kunci
Al-Qur'an terjemahan, bahasa Sasak, dialek, penterjemahan, kosakata.
Diterbitkan
2017-09-08
Bagaimana cara menyitir
HARIS, Tawalinuddin. Al-QUR’AN DAN TERJEMAHNYA BAHASA SASAK: Beberapa Catatan. SUHUF Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 211 - 226, sep. 2017. ISSN 2548-6942. Tersedia pada: <http://jurnalsuhuf.kemenag.go.id/index.php/suhuf/article/view/250>. Tanggal Akses: 23 sep. 2017 doi: https://doi.org/10.22548/shf.v10i1.250.
Bagian
Tinjauan Buku