AL-QUR’AN TRANSLITERASI LATIN DAN PROBLEMATIKANYA DALAM MASYARAKAT MUSLIM DENPASAR

  • Muhammad Musadad

Abstrak

Transliterasi Al-Qur’an muncul sebagai alternatif bagi sebagian orang yang tidak mampu membaca Al-Qur’an dalam aksara Arab. Pengguna Al-Qur’an transliterasi di Kota Denpasar adalah dari kalangan mualaf dan kaum muslim yang berusia dewasa dan berusia lanjut. Dalam penelitian ini tampak bahwa pedoman translitersi SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1987 serta pedoman tajwid transliterasi tidak tersosialisasi dengan baik. Dalam prakteknya, para pengguna tidak begitu memahami beberapa simbol transliterasi yang terdapat pada mushaf. Faktor yang melatarbelakangi penggunaan transliterasi Al-Qur’an adalah karena sejak kecil hingga remaja tidak mendapatkan pengajaran Al-Qur’an yang cukup. Faktor lainnya adalah kurangnya dukungan dari keluarga terkait pentingnya pembelajaran Al-Qur’an. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh para pengguna, yaitu kemampuan dasar tentang huruf hijaiah sangat minim sehingga menyulitkan mereka untuk menerapkan padanan pada huruf latin. Intensitas untuk membaca Al-Qur’an pun minim, sehingga menghambat kelancaran dalam membaca Al-Qur’an transliterasi.
 
Kata kunci:
Al-Qur’an transliterasi, membaca Al-Qur’an, muslim Denpasar.
Diterbitkan
2017-09-08
Bagaimana cara menyitir
MUSADAD, Muhammad. AL-QUR’AN TRANSLITERASI LATIN DAN PROBLEMATIKANYA DALAM MASYARAKAT MUSLIM DENPASAR. SUHUF Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 193 - 209, sep. 2017. ISSN 2548-6942. Tersedia pada: <http://jurnalsuhuf.kemenag.go.id/index.php/suhuf/article/view/209>. Tanggal Akses: 23 sep. 2017 doi: https://doi.org/10.22548/shf.v10i1.209.
Bagian
Artikel