TAFSIR FILOSOFIS MULLĀ ṢADRĀ Analisis Materi Filosofis Kitab Tafsīr Āyat al-Kursī

  • Asep Nahrul Musadad UIN Sunan Kalijaga

Abstrak

Tujuan artikel ini memotret salah satu titik kulminasi persinggungan antara tradisi tafsir Al-Qur’an dan tradisi filsafat Islam dengan mengacu kepada Tafsīr Āyat al-Kursī, salah satu karya tafsir Mullā Ṣadrā. Ṣadrā merupakan eksponen dari sebuah tipe filsafat yang dikenal dengan ḥikmah (teosofi) yang berkembang setelah Ibn Rusyd di belahan timur dunia Islam. Untuk mengetahui suatu bentuk unik interaksi antara tafsir Al-Qur’an dan filsafat Islam, Tafsīr Āyat al-Kursī merupakan karya representatif untuk dieksplorasi, terutama dengan menelaah materi-materi filosofis di dalamnya. Artikel ini menunjukkan bahwa kitab tersebut ditulis ketika Mullā Ṣadrā baru saja menyelesaikan fase asketik di Kahak dengan diwarnai konteks polemis antara kelompok eksoteris dan esoteris. Tafsīr Āyat al-Kursī juga merupakan satu dari dua karya tafsir yang pertama kali ditulis oleh Ṣadrā. Selain dari berbagai literatur tafsir sebelumnya, sumber material Tafsīr Āyat al-Kursī berasal dari materi sufisik, kalam, dan filsafat. Dalam kerangka filosofis, kitab tersebut memuat isu-isu metafisika, kosmologi dan eskatologi, serta beberapa materi ‘ulūm al-Qur’ān yang dibingkai dalam kerangka onto-epistemologis.
Diterbitkan
2017-09-05
Bagaimana cara menyitir
MUSADAD, Asep Nahrul. TAFSIR FILOSOFIS MULLĀ ṢADRĀ Analisis Materi Filosofis Kitab Tafsīr Āyat al-Kursī. SUHUF Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 147 - 172, sep. 2017. ISSN 2548-6942. Tersedia pada: <http://jurnalsuhuf.kemenag.go.id/index.php/suhuf/article/view/157>. Tanggal Akses: 23 sep. 2017 doi: https://doi.org/10.22548/shf.v10i1.157.
Bagian
Artikel