SIKAP DAN PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN TERJEMAHAN AL-QUR’AN KEMENTERIAN AGAMA

  • Jonni Syatri

Abstract

Tulisan ini berangkat dari hasil penelitian tentang sikap dan pandangan masyarakat terhadap Terjemahan Al-Qur'an yang disusun oleh Kementrian Agama (dulu: Departemen Agama). Fokus penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, pemahaman, dan sikap atau penilaian masyarakat terhadap terjemahan Al-Qur’an yang disusun Kementerian Agama. Dari penelitian, dapat diketahui bahwa label yang paling diingat masyarakat tentang terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama adalah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama sendiri. Banyak yang tidak menyadari bahwa terjemahan Al-Qur'an yang diterbitkan swasta mayoritas adalah terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama. Dari aspek redaksi terjemahan, mayoritas masyarakat menerima penerjemahan yang disusun Kementerian Agama. Namun, di kalangan santri dan kaum terpelajar masih terdapat sikap kritis terhadap redaksi yang digunakan Kementerian Agama. Karena itulah, Kementerian Agama sering mendapat kritikan dan saran perbaikan dari berbagai kalangan untuk penyempurnaan terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama. Di samping itu, mayoritas masyarakat menginginkan agar buku terjemahan Al-Qur'an juga dilengkapi beberapa suplemen berupa ulumul Qur’an, catatan kaki, muqaddimah surah, glosari, daftar pustaka, dan panduan penggunaan transliterasi.

Published
2018-01-25
Section
Articles